Perjalanan Musik UG Indonesia……….

hardcore

ni merupakan cerita pendek dari 11 tahun perjalanan sebuah band super keras yang telah menjadi fenomena di populasi musik keras khususnya di Indonesia. Mungkin pertama kali mendengar namanya orang akan bertanya, apa itu BURGERKILL? Banyak orang tidak menyangka ini adalah sebuah nama band, yang sebetulnya nama tersebut hanya merupakan nama selewengan dari sebuah restorant fast food terkenal. Ya ini adalah BURGERKILL asal origin Ujung Berung, tempat orisinil tumbuh dan berkembangnya komunitas musik Death Metal / Grindcore di daerah Bandung Timur. Band lulusan scene Uber (nama beken Ujung Berung) selalu dilengkapi dengan gaya stenografi tribal dan musik agresif yang super cepat. Jasad, Forgotten, dan Infamy to name a few … Berdirinya BURGERKILL sendiri berawal dari ide Aries a.k.a. Ebenk, scenester senior dari Jakarta yang pindah ke Bandung untuk meneruskan sekolahnya. Pada masa awalnya, band ini hanyalah side project yang ngga punya juntrungan. Just a bunch of metal kids jamming their axe hard sambil menunggu band orisinilnya dapat panggilan manggung. Tapi tidak buat Ebenk, dia merasa bahwa band ini adalah hidupnya dan berfikir keras agar BURGERKILL dapat diakui. Ketika itu mereka lebih sering mendapat job manggung di Jakarta melalui koneksi hardcore friends Ebenk. Dari situ antusiasme masyarakat underground dimulai dan fenomena musik keras modern tanpa sadar telah lahir di Indonesia.

january10.gifWalhasil, pada awalnya line up band pun tidak mulus. Namun demikian hal itu adalah hal yang biasa terjadi dalam sebuah kelompok musik. Sederet nama musisi underground pernah masuk jajaran member BURGERKILL sampai akhirnya tiba di line up solid saat ini. Ketika dimulai tahun 1995 mereka hanya berfikir untuk manggung, pulang, latihan, manggung lagi, dst. Tidak ada yang lain di benak mereka, standar budak bahasa Sunda-nya! Tapi semua berubah ketika mereka berhasil merilis single pertamanya lewat underground phenomenon Richard Mutter yang merilis kompilasi cd band-band andung pada awal 1997. Nama lain seperti Full Of Hate, Puppen, Cherry Bombshell, dan Noin Bullet juga bercokol di kompilasi yang berjudul Masaindahbangetsekalipisan tersebut. Memang masa itu merupakan masa indah musik underground. Everything is new and new things stoked people ! Tidak tanggung, lagu Revolt! dari BURGERKILL menjadi nomor pembuka di album yang terjual 1000 keping dalam waktu singkat ini. Setelah mengenal nikmatnya menggarap rekaman, anak-anak ini tidak pernah merasa ingin berhenti.

Pada tahun 1998 perjalanan mereka berlanjut dengan rilisan single Blank Proudness, pada kompilasi band-band Grindcore Ujung Berung berjudul INDEPENDENT REBEL. Yang ketika itu dirilis oleh sebuah major label dengan distribusi luas di Indonesia dan juga di Malaysia. Setelah itu nama BURGERKILL semakin banyak menghias concert flyers di seputar komunitas musik underground. The Antics went higher, semakin banyak fans berat menunggu kehadiran mereka di atas panggung. BURGERKILL, sang HARDCORE BEGUNDAL !

Di sekitar awal tahun 1999, mereka mendapat tawaran dari perusahaan rekaman independent Malaysia, Anak Liar Records yang berakhir dengan deal merilis album Three Ways Split bersama dengan band Infireal (Malaysia) dan Watch It Fall (Perancis). Hubungan dengan network underground di Malaysia dan Singapura berlanjut terus hingga sekarang. BURGERKILL menjadi langganan coverage zine independent di negara-negara tersebut dan terus menembah fans dari negeri Jiran. Di tahun 2000, akhirnya berhasil merilis album perdana mereka dengan title Dua Sisi dan 5000 kaset yang dicetak oleh label indie asal Bandung, Riotic Records ludes habis dilahap penggemar fanatic yang sudah tidak sabar menunggu sejak lama. Di tahun yang sama, band ini juga merilis single Everlasting Hope Neverending Pain lewat kompilasi TICKET TO RIDE, sebuah album yang benefit-nya disumbangkan untuk pembangunan sebuah skatepark.

Single terakhir menjadi sebuah jembatan ke-era baru BURGERKILL, dimana masa awal mereka lagu-lagu tercipta hasil dari pengaruh band-band Old School Hardcore. Name it ; Minor Threat, 7 Seconds, Gorilla Biscuits, Youth Of Today, Sick Of It All, Insted, Etc. Seiring dengan waktu, mereka mulai untuk membuka pengaruh lain. Masuklah pegaruh dari band-band Modern Metal dan New School Hardcore dengan beat yang lebih cepat dan lebih agresif, selain itu juga riff-riff power chord yang enerjik menjadi bagian kental pada lagu-lagu BURGERKILL serta dilengkapi oleh fill-in yang lebih menarik.

Anak-anak ini memang tidak pernah puas dengan apa yang telah mereka hasilkan, mereka selalu ingin berbuat lebih dengan terus membuka diri pada pengaruh baru. Hampir semua format musik keras dilahap dan di-interprestasikan ke dalam lagu, demikianlah BURGERKILL berkembang menjadi semakin terasah dan dewasa. Lagu demi lagu mereka kumpulkan untuk menjadi sebuah materi lengkap rilisan album ke-dua.

Beberapa mainstream achievement tanpa merubah jatidiri pun mereka rasakan, salah satunya menjadi nominator Band Independen Terbaik ala majalah NewsMusik di tahun 2000. Awal tahun 2001 pun mereka berhasil melakukan kerjasama dengan sebuah perusahaan produk Sport Apparel PUMA, yang selama 1 tahun mensupport setiap kali BURGERKILL melakukan pementasan. Dan sejak Oktober 2002 sebuah produk clothing asal Australia yaitu INSIGHT juga mensupport dalam setiap penampilan mereka.

Pertengahan Juni 2003, BURGERKILL menjadi band Hardcore pertama di Indonesia yang menandatangani kontrak sebanyak 6 album dengan salah satu major label terbesar di negara ini, Sony Music Entertainment Indonesia. Dan setelah itu tahun 2003 akhir, BURGERKILL berhasil merilis album ke-dua mereka dengan title Berkarat. Lagu-lagu pada album ini jauh lebih progresif dan penuh dengan teknik yang lebih terasah dibandingkan album sebelumnya. Hampir tidak ada lagi nuansa straight forward dan mosh part sederhana ala band standar Hardcore yang tercermin dari single-single awal mereka. Pada sektor vocal, dengan tetap mengedepankan nuansa depresif dan kelam, karakter vocal Ivan sang vokalis bengal lebih berani dimunculkan dengan penulisan bahasa pertiwi dan artikulasi kata yang lebih jelas. Dan di sektor musik pun Toto, Ebenk, Andris, dan gitaris baru mereka Agung semakin berani menjelajahi daerah-daerah baru yang sebelumnya tidak pernah dijajaki kelompok musik keras manapun di Indonesia.

Sebuah kejutan hadir pada pertengahan tahun 2004, lewat album Berkarat BURGERKILL masuk ke dalam nominasi salah satu kategori AMI AWARDS 2004 dan berhasil menyabet award tahunan tersebut untuk kategori Best Metal Production. Sebuah prestasi yang mungkin sama sekali tidak pernah terlintas di benak mereka dan merupakan sebuah tanggung jawab besar yang harus mereka pertanggung jawabkan melalui karya-karya mereka selanjutnya.

Awal Maret 2005, di tengah kesibukan mereka mempersiapkan materi untuk album ke-tiga, Toto memutuskan untuk meninggalkan band yang telah selama 9 tahun dia bangun bersama. Namun kejadian ini tidak membuat anak-anak BURGERKILL putus semangat, mereka kembali merombak formasinya dengan memindahkan Andris ke posisi Drums dan terus melanjutkan proses penulisan lagu dengan menggunakan Additional Bass Player. Sejalan dengan selesainya penggarapan materi album ke-tiga, tepatnya November 2005 lalu BURGERKILL memutuskan kontrak kerjasama dengan Sony Music Entertainment Indonesia dikarenakan tidak adanya kesepakatan dalam pengerjaan proyek album ke-tiga. So guys… this kids always have a great spirit to keep blowing their power, dan akhirnya mereka sepakat untuk tetap merilis album ke-tiganya di bawah label mereka sendiri pertengahan 2006 nanti.

A written story just wouldn’t enough, dengarkan lagu mereka, tonton konsernya dan rasakan sensasi musik keras yang tak akan kamu lupakan ! BURGERKILL Hardcore Begundal in your face, whatever !!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: