SMPN 159 Bungkam Soal 18 Siswi Jadi PSK

kawan auk

kaya apu.....

..........kaya apu........

Sebanyak 18 siswi SMPN 159 Jakarta ditengarai berprofesi ganda sebagai penjaja seks. Meski demikian pihak sekolah belum mau mengklarifikasi persoalan yang mencoreng nama baik sekolah itu.”Biar pihak sekolah yang menangani permasalahan ini secara internal, pihak sekolah belum bisa menyatakan keterangan resmi kepada publik,” ujar salah satu guru yang enggan disebutkan identitasnya, Rabu (14/1/2009).

Dia meminta semua pihak untuk tidak ikut campur dulu dalam permasalahan yang sempat membuat kuping Wali Kota Jakarta Barat Djoko Ramadhan memerah ini. “Percayakan dulu kepada kami selaku pihak sekolah,” imbuhnya.

Sementara di ruang kepala sekolah saat berita ini dilaporkan masih berlangsung rapat internal antara orang tua siswa beserta guru dan pejabat sekolah.

Sebelumnya, 18 siswa di SMP yang terletak di Kawasan Tambora, Jakarta Barat, ini diketahui telah melakukan pelanggaran. Mereka nyambi sebagai penjaja seks. Mereka pun akhirnya dikeluarkan dari sekolah, karena dianggap telah menodai nama baik sekolah.

cewek

Diduga PSK, 18 Siswa SMP Tambora Berhenti Sekolah

18 siswi salah SMP di kawasan Tambora Jakarta Barat yang ditengarai nyambi sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK), dikeluarkan dari sekolahnya. Nama walikota Jakarta Barat Djoko Ramadhan, disebut-sebut terkait dengan pemecatan 18 remaja ini. Namun, hal tersebut dibantah Djoko.”Mereka itu mengundurkan diri atas kemauan mereka sendiri, kami sama sekali tidak meminta mereka untuk keluar. Mungkin karena malu,” ujar Djoko kepada okezone, Selasa (13/1/2008).

Menurut Joko, pemberitaan yang menyebutkan keluarnya 18 siswi ini atas kehendak dirinya, joko membantahnya. “Ini salah, tolong diluruskan. Kenapa kami mengarahkan mereka untuk bergabung ke PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Mengajar), kalau memang mereka kami suruh keluar,” jelasnya.

Seperti diberitakan, 18 Siswi sebuah SMP Negeri di Jakarta barat yang diduga berprofesi ganda sebagai pemuas pria hidung belang dikeluarkan dari sekolahnya.

Kabarnya, mereka dikeluarkan atas perintah Walikota Jakarta Barat, Djoko Ramadhan. Djoko meminta pihak sekolah untuk menerapkan sanksi berat tersebut, agar tidak berpengaruh terhadap teman-temannya yang lain

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: